Senin, 21 Juni 2010
Yesaya 34:12
Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.
Jumat, 18 Juni 2010
“Yang kau sukai belum tentu baik bagimu. Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menua dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai. Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai. Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu.”
Kamis, 17 Juni 2010
apakah Tuhan itu ada.. (3 pertanyaan)
seorang pemuda yang baru lulus dari sebuah universitas terkemuka di Amerika baru saja kembali ke tanah airnya.
sesampainya di rumah,ibu menyambutnya dengan gembira dan menasehtinya agar selalu berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk masa depannya.dengan sombong si anak tersebut berkat bahwa ia tidak percaya akan adanya Tuhan. ia meminta kepada ibunya untuk mencari seorang guru agama,pendeta,atau siapa pun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.Akhirnya,ibu pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
pemuda : siapa Anda? dan,apakah anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Pendeta : Saya adalah seorang hamba Tuhan dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan- pertanyaan Anda.
pemuda : Anda yakin? Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
pendeta : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
pemuda : saya memiliki 3 pertanyaan..
1. kalau memnag Tuhan itu ada, tunjjukanlah wujud Tuhan kepada saya
2. apakah yang dinamakan takdir?
3. kalu setan diciptakan dari api, mengapa dimasukkan kedalam neraka yang terbuat dari api.
tentu tidaklah menakutkan bagi setan, sebab keduanya memiliki unsur yang sama. apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu?
TIBA-TIBA SI PENDETA MENAMPAR PIPI SI PEMUDA DENGAN KERAS.
pemuda : (sambiL menahan rasa sakit) mengapa anda marah kepada saya?
pendeta :saya tidak marah. tamparan itu jawabannya saya atas ketiga pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
pemuda : saya sungguh tidak mengerti
pendeta :bagaimana rasanya tamparan itu??
pemuda : tentu saja saya sangat merasakan sakit.
pendeta :jadi, anda percaya bahwa rasa sakit itu ada??
pemuda : ya
pendeta :tunjukkanlah kepada saya wujud rsa sakit itu!
pemuda : saya tidak dapat
pendeta :itulah jawaban atas pertanyaan pertama. kita semua dapt merasakan keberadaanTuahn tanpa mampu melihat wujud-Nya
pendeta :apakah tadi malam anda bermimpi akan saya tampar??
pemuda : tidak
pendeta :apakah anda pernah berpikir akan menerima sebuah tamparan dari saya pada hari ini??
pemuda : tidak
pendeta :ituLah yang dinamakan takdir
pendeta :terbuat dari apa pipi anda???
pemuda : kulit
pendeta :bagaimana rasanya tamparan saya???
pemuda : sakit
pendeta : walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak, maka neraka dapat menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan...
BERBAHAGIALAH ORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN
sesampainya di rumah,ibu menyambutnya dengan gembira dan menasehtinya agar selalu berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk masa depannya.dengan sombong si anak tersebut berkat bahwa ia tidak percaya akan adanya Tuhan. ia meminta kepada ibunya untuk mencari seorang guru agama,pendeta,atau siapa pun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.Akhirnya,ibu pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
pemuda : siapa Anda? dan,apakah anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Pendeta : Saya adalah seorang hamba Tuhan dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan- pertanyaan Anda.
pemuda : Anda yakin? Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
pendeta : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
pemuda : saya memiliki 3 pertanyaan..
1. kalau memnag Tuhan itu ada, tunjjukanlah wujud Tuhan kepada saya
2. apakah yang dinamakan takdir?
3. kalu setan diciptakan dari api, mengapa dimasukkan kedalam neraka yang terbuat dari api.
tentu tidaklah menakutkan bagi setan, sebab keduanya memiliki unsur yang sama. apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu?
TIBA-TIBA SI PENDETA MENAMPAR PIPI SI PEMUDA DENGAN KERAS.
pemuda : (sambiL menahan rasa sakit) mengapa anda marah kepada saya?
pendeta :saya tidak marah. tamparan itu jawabannya saya atas ketiga pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
pemuda : saya sungguh tidak mengerti
pendeta :bagaimana rasanya tamparan itu??
pemuda : tentu saja saya sangat merasakan sakit.
pendeta :jadi, anda percaya bahwa rasa sakit itu ada??
pemuda : ya
pendeta :tunjukkanlah kepada saya wujud rsa sakit itu!
pemuda : saya tidak dapat
pendeta :itulah jawaban atas pertanyaan pertama. kita semua dapt merasakan keberadaanTuahn tanpa mampu melihat wujud-Nya
pendeta :apakah tadi malam anda bermimpi akan saya tampar??
pemuda : tidak
pendeta :apakah anda pernah berpikir akan menerima sebuah tamparan dari saya pada hari ini??
pemuda : tidak
pendeta :ituLah yang dinamakan takdir
pendeta :terbuat dari apa pipi anda???
pemuda : kulit
pendeta :bagaimana rasanya tamparan saya???
pemuda : sakit
pendeta : walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak, maka neraka dapat menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan...
BERBAHAGIALAH ORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN
Rabu, 16 Juni 2010
Cinta

Pada suatu hari ada seorang ibu yang baru pulang dari pasar, dia melihat ada 3 orang berjanggut di halaman rumahnya, ketiga pria itu terlihat letih dan lapar, ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya, "apakah suamimu sudah pulang?", "belum" jawab ibu itu, "kalau begitu kami tidak bisa masuk".
Ketika suaminya pulang diceritakannya tentang ketiga orang itu, suaminya menyuruhnya mengajak ketiga orang itu untuk masuk, ketika ia menyuruh mereka masuk seorang berjanggut itu berkata, "yang itu bernama kekayaan, yang itu kesuksesan dan saya cinta, kalian harus memilih salah satu dari kami untuk masuk ke dalam rumahmu, kami tidak bisa masuk bersama sama"
Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yang dikatakan orang itu, suaminya berkata, "suruh kekayaan masuk, saya ingin rumah ini penuh dengan kekayaan"
Tapi ibu itu berkata, "lebih baik kesuksesan, biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan kesuksesan,"
Anak2 mereka berkata, "lebih baik cinta, biar rumah ini selalu penuh dengan cinta,"
Akhirnya semua setuju untuk mengajak cinta masuk, ibu itu kembali ke depan dan berkata, "yang bernama cinta silakan masuk,"
Ketika orang yang bernama cinta berjalan masuk kedua orang yang lain mengikutinya, si ibu heran dan berkata, "kami hanya mengundang cinta, kenapa kalian ikut?"
Orang itu berkata, "kalau ibu memilih kekayaan atau kesuksesan, kami hanya bisa berjalan sendiri2, tapi karena ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan, sebenarnya kami berdua ini buta, hanya cinta yang bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga
Senin, 14 Juni 2010
Percaya dan mukjizat itu akan terjadi!

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29b
Banyak orang menuntut agar Tuhan menyatakan mujizat terlebih dahulu sebelum mereka percaya bahwa Ia ada.. Terkadang mereka juga ingin membuktikan apakah Yesus itu benar ada melalui penglihatan mata jasmaninya, baru mau mengikut Dia dan bertobat dengan sungguh. Tidaklah heran bila orang dunia menuntut demikian, karena Tomas yang sudah menjadi murid Tuhan Yesus, berkumpul bersamaNya setiap hari selama Dia berada di bumi ini pun masih meminta bukti nyata.
Ketika murid-murid yang lain bersaksi bahwa Yesus telah bangkit dan mereka melihatNya, Tomas tidak begitu saja percaya, katanya, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (ayat 25). Yesus menyadari ketidakpercayaan Tomas, karena bagi manusia 'bangkit dari kematian' adalah perkara mustahil, tidak masuk akal. Maka setelah delapan hari Yesus datang kembali ke rumah itu menemui Tomas dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (ayat 27). Setelah memperoleh bukti, akhirnya Tomas benar-benar percaya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).
Di zaman serba canggih sekarang ini orang-orang lebih mengandalkan kekuatan dan kepintarannya. Meskipun sudah mendengar Injil tentang Yesus, mereka masih saja tidak mau percaya. Yang sakit dan berbeban berat lebih memilih datang kepada dukun (paranormal) daripada harus percaya kepada Tuhan. Mereka menuntut bukti dulu, diberkati dan disembuhkan lebih dulu, baru percaya dan mau menerima Yesus dalam hidupnya. Keadaan ini tidak jauh berbeda seperti dahulu: setelah Filipus memberitakan Injil dan banyak terjadi tanda-tanda heran, barulah orang-orang percaya: “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.” (Kisah 8:6).
Percaya kepada Tuhan Yesus lebih dulu, barulah kita dapat menerima pertolongan dan mujizatNya! Namun berbahagialah yang tidak melihat tapi percaya!
Inspirasi Hidup : Siapa yang lebih berharga?
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah mau tahu jawabannya??????…
Please scroll….
.
.
.
.
…Please scroll
.
.
.
….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani, anak saya yang pertama memang tak terlihat berharga di mata orang lain tetapi bagi keluarga kami dia sangat berharga oleh karena dia adik-adiknya bisa menjadi sukses"
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah mau tahu jawabannya??????…
Please scroll….
.
.
.
.
…Please scroll
.
.
.
….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani, anak saya yang pertama memang tak terlihat berharga di mata orang lain tetapi bagi keluarga kami dia sangat berharga oleh karena dia adik-adiknya bisa menjadi sukses"
Minggu, 13 Juni 2010
”Jika mengeluh itu dibayar, pasti akan banyak sekali orang yang menjadi kaya tanpa harus menjadi orang yang berguna bagi sesama. Jika Anda ingin berada dalam lingkungan yang sangat sedikit keluhannya, bergaullah dengan mereka yang ikhlas bekerja keras untuk menguatkan hati yang lemah, menuntun yang tersesat, meninggikan yang rendah, dan menggembirakan yang putus harapan.”
”Tidak ada keberhasilan yang utuh dan kehidupan yang penuh, yang bisa dibangun dengan setengah hati. Perhatikanlah, orang yang mengeluhkan rendahnya penghormatan dunia, adalah biasanya dia yang belajar dan bekerja dengan setengah hati. Hatinya yang setengah lagi, digunakan untuk mengharapkan kehidupan yang mudah bagi yang tidak bersungguh-sungguh.”
”Tidak ada keberhasilan yang utuh dan kehidupan yang penuh, yang bisa dibangun dengan setengah hati. Perhatikanlah, orang yang mengeluhkan rendahnya penghormatan dunia, adalah biasanya dia yang belajar dan bekerja dengan setengah hati. Hatinya yang setengah lagi, digunakan untuk mengharapkan kehidupan yang mudah bagi yang tidak bersungguh-sungguh.”
Sabtu, 12 Juni 2010
Kekuatan Kata-kata
Seorang guru tengah menjelaskan kepada para muridnya tentang kekuatan kata-kata terhadap reaksi seseorang. Seorang muridnya berdiri dan memprotes, “Saya tidak setuju, Guru. Mana mungkin kata-kata punya efek besar terhadap diri kita!” Sang Guru membentak, “Duduk! Dasar anak bodoh!” Muka murid itu merah padam, malu bercampur marah, “Saya tidak menyangka Guru bisa berkata sekasar itu.” Sang guru berkata dengan suara lembut, “Maafkan saya yang terbawa perasaan. Saya benar-benar menyesal.” Murid itu pun menjadi tenang. Kemudian sang guru berkata lagi, “Lihat, hanya diperlukan beberapa kata untuk membangkitkan amarahmu dan dibutuhkan beberapa kata juga untuk menenangkan dirimu. Itulah kekuatan kata-kata!”
Tidak sedikit masalah yang terjadi dalam hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kita memilih kata-kata yang keluar dari mulut. Firman Tuhan mengingatkan, betapa berbahayanya jika kita tidak mampu menguasai lidah kita; tidak bijak memilih dan memilah perkataan yang terucap. Yakobus membandingkan lidah dengan api, yang walaupun kecil, dapat membakar hutan yang besar. Api bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menghanguskan. Seperti itulah lidah.
Maka, betapa pentingnya kita mengendalikan lidah. Berkata-kata hanya kalau itu bermanfaat, membawa berkat—meneduhkan, menghibur, menguatkan, memotivasi. Sebaliknya, kalau kita tahu itu tidak ada faedahnya apa-apa, tidak jelas kebenarannya, bahkan mungkin menyakiti orang lain, mendemotivasi, membuat perpecahan dan memanaskan suasana, lebih baik kita tidak usah berbicara. Dalam situasi demikian, diam berarti emas.
MENGGAPAI KETENANGAN DAN KEMATANGAN HIDUP BISA DIMULAI DENGAN MENGENDALIKAN LIDAH
Yakobus 3:5
“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Tidak sedikit masalah yang terjadi dalam hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kita memilih kata-kata yang keluar dari mulut. Firman Tuhan mengingatkan, betapa berbahayanya jika kita tidak mampu menguasai lidah kita; tidak bijak memilih dan memilah perkataan yang terucap. Yakobus membandingkan lidah dengan api, yang walaupun kecil, dapat membakar hutan yang besar. Api bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menghanguskan. Seperti itulah lidah.
Maka, betapa pentingnya kita mengendalikan lidah. Berkata-kata hanya kalau itu bermanfaat, membawa berkat—meneduhkan, menghibur, menguatkan, memotivasi. Sebaliknya, kalau kita tahu itu tidak ada faedahnya apa-apa, tidak jelas kebenarannya, bahkan mungkin menyakiti orang lain, mendemotivasi, membuat perpecahan dan memanaskan suasana, lebih baik kita tidak usah berbicara. Dalam situasi demikian, diam berarti emas.
MENGGAPAI KETENANGAN DAN KEMATANGAN HIDUP BISA DIMULAI DENGAN MENGENDALIKAN LIDAH
Yakobus 3:5
“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Jumat, 11 Juni 2010
Ada Rencana Yang Indah dariNya
Terkadang kita tidak mengerti akan rencana indah Nya, Kita hanya memandang di depan dan memohon doa harus di kabulkan seperti apa yang kita minta. Padahal Tuhan punya rencana lain yang lebih indah daripada mengabulkan doa-doa kita yang terkadang terasa memaksa.
Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.
Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.
Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.
Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.
Rabu, 09 Juni 2010
Agar Pintar Selalu
Setelah selesai sekolah, atau saat liburan, Anda merasa tidak ada lagi yang mengasah kemampuan berpikir Anda. Tidak perlu khawatir, seperti dilansir dari Yahoo Shine, ternyata cara mudah berikut ini cukup untuk membuat Anda semakin pintar.
1. Bersantai
Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.
2. Buat rencana
Riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer 50% lebih rendah. Jangan khawatir jika kalender Anda tidak penuh jadwal menyelamatkan dunia. Merencanakan acara kumpul-kumpul bareng teman (dan melaksanakannya) setiap minggu juga cukup.
3. Berjalan-jalan
Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
4. Buah beri
Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.
5. Belajar hal baru
Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Maka. ambil kelas bahasa Spanyol, belajar menjahit, atau main poker sekarang!(mg)
×
Anda yakin ingin menghapus postingan ini?
1. Bersantai
Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.
2. Buat rencana
Riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer 50% lebih rendah. Jangan khawatir jika kalender Anda tidak penuh jadwal menyelamatkan dunia. Merencanakan acara kumpul-kumpul bareng teman (dan melaksanakannya) setiap minggu juga cukup.
3. Berjalan-jalan
Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
4. Buah beri
Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.
5. Belajar hal baru
Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Maka. ambil kelas bahasa Spanyol, belajar menjahit, atau main poker sekarang!(mg)
×
Anda yakin ingin menghapus postingan ini?
Senin, 07 Juni 2010
Rencana Tuhan
Setiap orang pasti memiliki ribuan angan atau rencana untuk masa depannya; pekerjaan mapan, keluarga bahagia, punya kendaraan dan rumah tinggal yang layak dan sebagainya. Tidak peduli apakah akan terwujud atau tidak, yang penting harus usaha terbebih dahulu dan merencanakan segala sesuatunya sebaik mungkin.
Apabila kita tidak mempunyai rencana, bagaimana kita akan tahu kapan kita berhasil? Tanpa ada sasaran atau target di kepala kita, bagaimana mungkin kita tahu bahwa kita sedang melangkah ke arah yang tepat atau benar? Selagi kita dianugerahi kesehatan yang baik dari Tuhan berarti kita juga memiliki kesempatan untuk berusaha dan bekerja. Jangan pernah bermalas-malas atau menyia-nyiakan waktu yang ada untuk hal-hal yang tidak berguna. Dikatakan: “Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.” (Amsal 20:4). Maka kita harus hidup dengan persiapan dan perencanaan yang baik, agar kita tidak terpuruk dan siap terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Yusuf adalah contoh orang yang memiliki perencanaan yang baik dalam hidupnya. Ketika ia dipercaya menjadi penguasa di Mesir seperti dikatakan Firaun kepadanya, “Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu... Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” (Kejadian 41:40-41), Yusuf mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan dengan hikmat yang luar biasa, karena Roh Tuhan menyertainya. Ia memerintahkan rakyat Mesir untuk mempersiapkan diri menyongsong kelaparan yang akan terjadi. Selama tahun-tahun kelimpahan ia mengumpulkan semua kelebihan dan menyimpannya untuk persediaan kelak. “Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.” (Kejadian 41:49).
Ketika kelaparan hebat terjadi tujuh tahun, di Mesir ada persediaan makanan melimpah.
Apabila kita tidak mempunyai rencana, bagaimana kita akan tahu kapan kita berhasil? Tanpa ada sasaran atau target di kepala kita, bagaimana mungkin kita tahu bahwa kita sedang melangkah ke arah yang tepat atau benar? Selagi kita dianugerahi kesehatan yang baik dari Tuhan berarti kita juga memiliki kesempatan untuk berusaha dan bekerja. Jangan pernah bermalas-malas atau menyia-nyiakan waktu yang ada untuk hal-hal yang tidak berguna. Dikatakan: “Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.” (Amsal 20:4). Maka kita harus hidup dengan persiapan dan perencanaan yang baik, agar kita tidak terpuruk dan siap terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Yusuf adalah contoh orang yang memiliki perencanaan yang baik dalam hidupnya. Ketika ia dipercaya menjadi penguasa di Mesir seperti dikatakan Firaun kepadanya, “Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu... Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” (Kejadian 41:40-41), Yusuf mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan dengan hikmat yang luar biasa, karena Roh Tuhan menyertainya. Ia memerintahkan rakyat Mesir untuk mempersiapkan diri menyongsong kelaparan yang akan terjadi. Selama tahun-tahun kelimpahan ia mengumpulkan semua kelebihan dan menyimpannya untuk persediaan kelak. “Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.” (Kejadian 41:49).
Ketika kelaparan hebat terjadi tujuh tahun, di Mesir ada persediaan makanan melimpah.
Kamis, 03 Juni 2010
Kebahagiaan Yang Palsu

Di seberang sebuah sungai seorang wanita duduk bersandar di sebuah kursi. Seorang anak kecil datang menghampiri dan berkata"Kakak sedang melihat apa?" Wanita tersebut menjawab "Adik kakak sedang melihat dua bangunan rumah di ujung sana, yang satu sebuah rumah mewah dan satunya sebuah rumah yang sederhana dan miskin" Kemudian anak kecil itu berkata "Rumah yang besar itu adalah rumah seorang pejabat di kota kak, mereka kaya, mempunyai mobil banyak, dan rumahnya lebar sekali" dan rumah yang kecil itu "Rumah orang tidak punya karena mereka bekerja sebagai pembantu"
Wanita itu kemudian berkataa "Wah , enaknya kalau punya rumah yang besar dan menjadi kaya. Pasti banyak di hormati orang, bisa gonta ganti mobil, uang banyak bisa belanja apa saja, pasti bahagia, tetapi kalau jadi orang miskin itu pasti rasanya menderita.."
Kemudian si anak kecil itu berkata"Tetapi kak, ..justru saya akan memilih keluarga di sana, di rumah kecil itu" jawab si wanita"Loh kenapa? kamu memang tidak suka menjadi kaya dan bahagia" Si anak kecil itu terdiam kemudian menjawab " Kakak, di rumah yang besar itu setiap hari datang orang menagih hutang karena mobil mereka itu beli dari kredit, dan selalu telat bayar, rumahnya juga kredit dari bank terkadang di dalam sana keluarga mereka sering menangis karena tidak punya uang, dan sekarang bapak pejabat itu sedang terkena kasus karena korupsi, tetapi di keluarga kecil itu tidak pernah ada orang datang menangih uang karena tidak ada barang yang beli kredit dan di dalam sana keluarga sederhana setiap hari selalu senang dan gembira karena selalu cukup"
Si wanita berkata "Kok kamu tahu?" si anak menjawab " Saya tahu karena bapak saya dan ibu saya bekerja disana mereka bercerita tentang keluarga tersebut, dan saya tahu kenapa di rumah kecil itu bahagia karena kami tinggal disana, itu rumah bapak dan ibu saya"
Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari sini, terkadang kebahagian yang terlihat itu adalah kebahagiaan palsu, tetapi apa yang terlihat menderita terkadang adalah kebahagiaan yang sebenarnya.
Jadilah orang yang bahagia bukan karena di pandang mewah dan sukses instant, tetapi jadilah orang yang sukses melewati proses dan bahagia karena kesederhanaan kita. Amin
........................................
.. ... ... ... ... ... ... ... . „--~--„
... ... ... ... ... ... ... ../:.:.:.:.:.|
... ... ... ... ... ... ... .|;.;.;.;.;.;/...
... ... ... ... ._ „„„„„„„_.);.;.;.;.;.|...... Lihat Selengkapnya
... ... ... „-":.:.:.:.:.:."~-„;.;.;.;|
... ... .. (_„„„„„„---„„_:.:. );.;.;.."„
... ... „-":.:.:.:.:.:....:.:""-„/;.;.;.;.;."„
... .. (:.___„„„„„„„„„___);.;.;.;.;.;.;.|
... .. /"":.:.:.:.:.:.:.:¯""\;.;.;.;.;.;.„"
... . \:.__„„„„„„„„„„„„„„__/;;;;;;;;;;;/\
... .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
... ... . \„„„„---~~~;;;;;;;;;;;;;„":::::::\
... ... ... . """~~--„„„„„„„„„„„-"::::::::::::\
... ... ... ... ... ... \:::::::::::::::::::::::::\
... ... ... ... ... ... L I K E T H I S ............
.. ... ... ... ... ... ... ... . „--~--„
... ... ... ... ... ... ... ../:.:.:.:.:.|
... ... ... ... ... ... ... .|;.;.;.;.;.;/...
... ... ... ... ._ „„„„„„„_.);.;.;.;.;.|...... Lihat Selengkapnya
... ... ... „-":.:.:.:.:.:."~-„;.;.;.;|
... ... .. (_„„„„„„---„„_:.:. );.;.;.."„
... ... „-":.:.:.:.:.:....:.:""-„/;.;.;.;.;."„
... .. (:.___„„„„„„„„„___);.;.;.;.;.;.;.|
... .. /"":.:.:.:.:.:.:.:¯""\;.;.;.;.;.;.„"
... . \:.__„„„„„„„„„„„„„„__/;;;;;;;;;;;/\
... .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
... ... . \„„„„---~~~;;;;;;;;;;;;;„":::::::\
... ... ... . """~~--„„„„„„„„„„„-"::::::::::::\
... ... ... ... ... ... \:::::::::::::::::::::::::\
... ... ... ... ... ... L I K E T H I S ............
Berlayarlah

Hidup kita diibaratkan sebuah perahu, yang terbuat dari kayu terbaik, dilengkapi dengan alat-alat komunikasi yang lengkap, layar yang gagah dan dengan kompas penunjuk arah. Nah, demikian juga diri kita diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat, talenta serta kemampuan yang luar biasa oleh Allah dan diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalani perahu kehidupan kita secara baik dan benar. Kesejatian hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai, menghalau gelombang dan menemukan pantai harapan kebahagiaan kita dan keselamatan hidup abadi.
Namun sehebat apapun perahu, yang dbuat dari kayu yang bermutu tinggi, dilengkapi layar yang bagus dan peralatan yang canggih, tidak ada gunanya bila hanya di tambat di dermaga. Artinya, kita sudah diberi akal budi/otak, hati nurani, kemampuan, talenta yang khas oleh Tuhan bagi setiap orang, tapi itu tidak pernah dikembangkan, diberdayakan, malas untuk melakukan sesuatu, dan tidak menggunakannya dengan baik untuk kebahagaiaan diri dan sesama, maka kita seperti perahu yang ditambat, tidak bisa berkembang, jalan di tempat. Dermaga adalah tempat Anda memulai hidup Anda, dan bisa juga diartikan sebagai masa lalu Anda. Tali penambat itu adalah kemalasan, ketakutan, dan penyesalan Anda, kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, luka-luka batin yang belum disembuhkan, yang sering menghambat kita untuk memulai melakukan sesuatu dan berjuang untuk keluar dari masa lalu kita.
Saudara-saudariku, jangan buang waktu dan energi untuk selalu memikirkan masa lalu Anda, kekuatiran hidup Anda. Jangan menyia-nyiakan segala kemampuan, kesempatan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Lepaskan tali kemalasan Anda, lepaskan ikatan kekuatiran dan ketakutan yang membelenggu Anda, lepaskan segala pikiran-pikiran yang menghambat Anda untuk maju. Jangan biarkan diri Anda tertambat dalam kecemasan, kekuatiran dan penyesalan masa lalu Anda. Berlayarlah, lakukan sesuatu yang berguna bagi hidup Anda dan keluarga Anda, serta apa yang Anda impikan dalam hidup ini. Aktifkanlah segala kemampuan dan talenta dalam diri Anda, gunakanlah segala potensi diri dan bantuan orang-orang di sekitar Anda dan ciptakanlah segala yang baik dalam hidup Anda demi kebahagiaan Anda dan sesama.
Ingat bahwa, yang memisahkan perahu dan pantai impian Anda, adalah angin badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan Anda dengan kebahagiaan dan keselamatan adalah tantangan, cobaan/godaan yang Anda hadapi dalam hidup ini, masalah-masalah yang selalu menggerogoti pikiran Anda, tawaran-tawaran duniawi yang bisa memisahkan Anda dari Sang Tujuan hidup Anda. Sebenarnya, di sinilah kemampuan, martabat/harga diri dan kesejatian hidup Anda diuji oleh Tuhan. Hakekat perahu adalah terus berlayar menembus rintangan mencapai pulau yang dituju. Dan hakekat hidup kita adalah berkarya, dan melakukan kebaikan agar kita bisa menemukan kebahagiaan. Jangan lupa sertakan Tuhan selalu dalam pelayaran hidup Anda, karena bersama DIA, dan melalui DIA, kita akan mendapat pertolongan, diarahkan pada yang tujuan yag benar, serta dibawa kepada jalan kebahagiaan dan keselamatan. Tuhan mencintai Anda dan DIA mau agar Anda mengembangkan diri Anda secara baik demi kehabagiaan hidup Anda dan sesama. Cintailah dan hargailah hidup Anda.
Rabu, 02 Juni 2010
Bekerjalah dengan rasa cinta

Sebuah rumah sakit di Amerika sedang melakukan eksperimen yang cukup menarik. Sekelompok bayi dibelai selama sepuluh menit selama tiga kali sehari. Satu kelompok bayi yang lain tidak pernah mendapatkan belaian. Selang beberapa hari kemudian, ternyata berat badan bayi yang mendapatkan belaian menjadi dua kali berat badan bayi dalam kelompok yang tidak pernah dibelai. Faktanya, tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat.
Kekuatan cinta sungguh luar biasa. Seperti itu juga jika kita mempratekkan kekuatan cinta terhadap pekerjaan yang sedang kita geluti. Sebagaimana tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat, tanpa cinta pekerjaan kita juga tidak akan pernah berkembang. Hampir-hampir mustahil kita mengharapkan karir kita naik sementara kita tidak pernah mencintai pekerjaan kita. Sangat tidak mungkin bisnis kita bisa berkembang jika kita sendiri sudah merasa bosan terhadap bisnis kita tersebut.
Saya tahu rasanya jatuh cinta, karena saya mengalaminya saat pacaran dulu. Saya jadi sedemikain kreatif dalam mengekspresikan cinta. Saya begitu bersemangat dan sedemikian antusias pada saat kencan. Ketika mengalami masalah, saya tidak gampang menyerah. Itulah kekuatan cinta yang saya rasakan.
Saya bisa bayangkan betapa efektifnya pekerjaan yang sedang kita geluti, kalau kita mengerjakannya dengan penuh cinta. Kita akan bekerja dengan penuh semangat, penuh gairah, penuh kreatif, dan tidak gampang menyerah pada saat mengalami masalah. Kalau masih tidak percaya, cobalah amati mereka yang bekerja dengan penuh cinta, lalu bandingkan mereka yang bekerja tanpa rasa cinta sama sekali. Hasilnya akan jelas berbeda. Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini kita justru terjebak dengan rutinitas pekerjaan yang membosankan? Munculkan kembali rasa cinta kita terhadap pekerjaan kita sehingga kita kembali bergairah dalam melakukan pekerjaan kita hari ini.
Setiap pekerjaan akan menjadi efektif dan maksimal jika dikerjakan dengan penuh cinta.
Bacaan: Kejadian 29:1-30
Tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.- Kejadian 29:20
Langganan:
Postingan (Atom)
