Powered By Blogger

Sabtu, 11 September 2010

Essential Words to Remember / Kata-kata yang penting diingat

I, The Most Damaging One-Letter Word: Avoid It.

WE, The Most Satisfying Two-Letter Word: Use It.

EGO, The Most Poisonous Three-Letter Word: Kill It.

LOVE, The Most Cherished Four-Letter Word: Value It.

SMILE, The Most Pleasing Five-Letter Word: Keep It.

RUMOUR, The Most Spreading Six-Letter Word: Ignore It.

SUCCESS, The Most Enviable Seven-Letter Word: Achieve It.

JEALOUSY, The Most Nefarious Eight-Letter Word: Distance It.

KNOWLEDGE, The Most Powerful Nine-Letter Word: Acquire It.

CONFIDENCE, The Most Essential Ten-Letter Word: Maintain It.


TERJEMAHAN

SAYA, satu huruf yang paling merusak: hindari.

KITA, dua huruf yang paling memuaskan: gunakan.

EGO, tiga huruf yang paling beracun: lenyapkan.

CINTA, empat huruf yang paling disayangi: hargai.

SENYUM, lima huruf yang paling menyenangkan: teruskan.

GOSIP, enam huruf yang paling menyebar: hiraukan.

SUKSES, tujuh huruf yang paling diinginkan: raihlah.

CEMBURU, delapan huruf yang paling jahat: jauhi.

ILMU, sembilan huruf yang paling diinginkan: dapatkan.

PERCAYA DIRI, sepuluh huruf yang paling dasar: jagalah.

Minggu, 05 September 2010

Cinta sejati

Apakah cinta sejati itu?
Tahukah kamu, apakah cinta sejati itu?
Cinta sejati bukanlah ingin memiliki...
Cinta sejati bukan pula nafsu untuk menguasai,Apalagi memanfaatkan...
Cinta sejati ialah kerelaan memberi,tanpa ingin dibalas.
Cinta sejati itu berkorban, tanpa mengharap imbalan.
Cinta sejati adalah menjaga, agar yang dicintai tetap dalam kebaikan.
Cinta sejati itu tekad melindungi, menjaga, mengasihi, memberi, berkorban.
Meski jiwa, maupun nyawa Demi kemuliaannya.

Jumat, 03 September 2010

Pesan Moral:

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.”

Belajar hening adalah belajar mendengarkan kehendak Tuhan....

Keranjang Arang dan Kitab Suci


Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?"

Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,"

Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.

Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.

Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!"" Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya."Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda.

Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM. "Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."

Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.